image

Berita

Kategori

Kelas Dongeng : Perkenalan Muppet

Hari Mingu kemarin, 21 Mei 2017, Ayo Dongeng Indonesia mengadakan Kelas Dongeng "Perkenalan Muppet" di Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senayan. Kelas ini memang tidak dibuka untuk umum, hanya terbatas untuk relawan komunitas Ayo Dongeng Indonesia. Inilah, salah satu keuntungan jika bergabung menjadi relawan AyoDI. Ada beragam program khusus internal relawan AyoDI, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mendongeng, dari penulisan, dokumentasi foto, design, videografi, pembuatan boneka, dan masih banyak lagi.

Tema Kelas Dongeng kali ini adalah "Perkenalan Muppet". Kak Ana, Kak Tessar, dan Kak Arya, yang juga relawan AyoDI, atas pengalamanannya menjadi puppeter dalam program televisi Jalan Sesama, membagikan ilmu mereka pada relawan lainnya.

Sebelumnya mereka meminta peserta membawa, kotak kardus bekas, bola ping pong, lakban kertas, lem, dan gunting. Dari bahan sederhana inilah, mereka akan mengajarkan, basic membuat muppet. Tak butuh waktu lama, peserta mulai sibuk dengan alat - alat yang mereka, untuk membuat muppet dengan karakter yang mereka suka.


Bola ping pong tadi adalah untuk menjadi mata, direkatkan ke kardus menggunakan lem. Selama menunggu lem kering sehingga menempel kuat, Kak Tessar membagikan informasi dasar tentang muppet, seperti fokus, lip sync, body position, walking, dan staging. Ternyata menggerakan mulut muppet ini tidak sesederhana kita menggerakan tangan loh. Tapi seperti layaknya mulut kita, yang bergerak adalah rahang bawah, dan terbuka - tertutupnya, diusahakan se-silabel mungkin. 

Saatnya, "menghidupkan" boneka, peserta semua berdiri dan Kak Tessar mengajarkan cara agar boneka kita tampak hidup, dengan berbagai macam ekspresi, ada bagaimana cara menunjukkan kalau boneka kita marah, malu, kecewa, sedih, jatuh cinta, duduk, jalan, nafas, dan lain lain semuanya agar boneka kita ini tampak hidup. Suasana kali ini sangat meriah, karena peserta sangat tak kuasa menahan tawa, melihat bentukan boneka sendiri dan boneka peserta lainnya. Ada yang mulutnya lebar, ada yang bulu matanya lentik, ada yang alisnya gadung, macam - macam saja sesuai kreatifitas peserta.




Saatnya praktek. Peserta dibagi menjadi empat kelompok dan diminta untuk membuat cerita singkat dan sederhana dari mteri yang telah diberikan. Setelah berdiskusi dengan teman sekelompok, dalam suasana yang penih gelak tawa pastinya, mereka maju ke depan untuk mempraktekan dongeng masing-masing. Ada yang bercerita tentang persahabatan, abang cilok ganteng, ada yang soal roaming, ada juga tentang jembatan misterius. Dari praktek dongeng ini, Kak Arya, Kak Tessar, dan Kak Ana langsung memberi masukan pada peserta.

Pengalaman yang sangat luar biasa, dan ilmu yang didapat juga sangat berguna, semoga segera bisa diaplikasikan ke kita semua. Kalian tertarik menjadi relawan Ayodi atau mau ikut kelas dongeng? Ikuti dan dapat infonya di www.ayodongengindonesia.com. Sampai jumpa.

 


Kategori Berita oleh Putu Saraswati pada 22 May 2017