image

Berita

Kategori

Festival Dongeng Balikpapan

Oleh: Kak Hendra

Setelah sempat menunggu cukup lama dengan mundurnya penerbangan akhirnya saya dan kak Aio berangkat menuju Balikpapan pukul 22.15 WIB. Kami dijemput oleh Kak Teguh salah seorang tim dari Balikpapan Mendongeng pada puku 01.30 dini hari.

Dengan istirahat yang kami manfaatkan sisa waktu untuk tidur sekitar 4 jam di hotel, tepat pukul 07.00 WITA kami dijemput.

Acara dimulai tepat 07.30 di aula SD Harapan Bangsa. Acara dibuka oleh kepala sekolah ibu. Ami yang juga bagian dari tim Balikpapan mendongeng. Pembukaan dihadiri oleh kira2 150 anak tk Happy Holy Kids dan sd Harapan Bangsa beserta para guru. Setelah diperkenalkan, kak Aio dan saya membuka dengan dongeng kolaborasi. Tepat pukul 08.00 kami langsung di bagi menjadi 2 tim, Kak Aio menuju TK Nusantara dan saya ke TK Hangtuah. Setelah itu kami bertemu kembali di Raffles school dan berkolaborasi dongeng kembali dalam bahasa Inggris. Respon anak2 di ketiga sekolah yg kami datangi di sambut hangat, meriah dan antusias ketika mendengarkan dongeng. Mereka meresponi dengan gelak tawa, ekspresi yang beragam dan kegembiraan.

  

Setelah itu kami kembali ke SD Harapan Bangsa utk makan siang lalu kembali ke Hotel.

Malam harinya kami melakukan siaran di radio KPFM untuk berbincang-bincang seputar dongeng dan mempromosikan festival Balikpapan mendongeng.  Kegiatan hari itu ditutup dengan makan malam dan ngemil duren.

Hari kedua kembali kami dijemput sekitar pukul 07.00 wita. Kali ini hanya ada 1 tim.
Tujuan pertama kami adalah TK. Santa Miriam. Setelah Misa (ibadah) pagi anak-anak mendengarkan dongeng saya sementara kak Aio dan tim yang lain menuju SD santa Theresia. Setelah saya selesai, saya langsung bergabung dengan kak Aio dan tim, kebetulan jarak sekolah berikutnya cukup dekat. Sampai di Sd Theresia kami memulai dengan dongeng tentang Kelinci dan Monyet. Anak-anak begitu memperhatikan kejailan dan kelucuan dari kisah tersebut. Kemudia saya lanjutkan dengan dongeng berikutnya yang mengajak anak berpartisipasi dengan gerak. Merekapun menikmati dan meskipun sempat terkendala dengan masalah teknis namun tidak menyurutkan semangat mereka mendengarkan dongeng. Sekitar 150 anak memenuhi ruang serbaguna sekolah. Mereka tidak bisa melepaskan senyuman mereka ketika mengucapkan salam berpisah dengan kami sambil bersalaman ataupun toss. Senyum mereka mengisi kembali tenaga yang sudah terkuras saat mendongeng tadi. Kami pun melanjutkan roadshow kami ke sekolah terakhir yaitu Giant Step. Di sekolah ink sesi cerita dibagi dua kelas. Kak Aio bersama anak berusia 3 tahun dan sama bersama dengan anak yg berusia 2 tahun/kurang. Cerita yang kami sampaikan dalam bahasa Inggris dan sangat singkat. Saya sendiri mencoba membuat interaksi sebanyak mungkin dalam cerita. Untuk dongeng di kelas kak Aio kebetulan saya tidak bisa melihat karena dalam waktu yg bersamaan.

 

Selesai dari sana kamu rehat sejenak sambil kak Aio menunaikan Shalat Jumat. Kami kembali ke Sd Harapan Bangsa untuk makan siang dan istirahat sambil bersantai di pantai Patra menikmati kapal -kapal besar yang hilir mudik ditemani kelapa muda dan kudapan-kudapan. Malam harinya kami makan malam bersama beberapa anggota panitia dan kembali ke hotel.

Hari ketiga pukul 07.30 kami berangkat ke sd Harapan Bansa untuk bersiap meramaikan festival dongeng Balikpapan. Dongeng sesi pertama dimulai oleh kak Rawin tentang ikan pesut dan merawat sungai tempat tinggalnya. Dilanjutkan oleh kak Frida yang juga guru di sekolah Harapan Bangsa. Ia bercerita tentang Badak yang senang dengan sepeda barunya. Lalu dilanjutkan dengan saya dan kak Aio yang kemudiam kami tutup dengan lagu Kepiting.

Semua menikmati dan keluar dari ruangan pertunjukan dengan gembira. Ada sekitar 200 anak dan orang tua yg menonton di sesi 1 ini.

   

Di sesi dua ada beberapa penonton di sesi 1 kembali ikut menonton, dengan antusiasme yang sama. Mereka sangat bersemangat. Di sesi 2 ini ada kak Nina yang mendongeng denga  apron warna warni, kak Rawin, kak Arif dengan kostum Batman dan ditutup dengan saya dan kak Aio kembali. Semakin siang ternyata mereka semakin semangat.

Pada sesi ketiga yaitu sesi workshop dihadiri oleh kira-kira 150 orang tua dan guru. Mereka mengikuti, memperhatikan dan berpartisipasi aktif dalam setiap pemaparan materi maupun simulasi mendongeng yang kami berikan. Acara ditutup dengan foto bersama para peserta workshop.

Kategori Berita oleh Zulfahmi pada 04 Mar 2018