image

Berita

Kategori

Dongeng Kejutan Di Yayasan Elsafan



Halo Ayodears, ini adalah kali kedua Ayo Dongeng Indonesia datang berkunjung ke Yayasan Elsafan, di Jakarta Timur. Datang sampai dua kali? Wah, tidak mungkin kalau tidak ada yang spesial. Betul sekali, kegiatan Dongeng Kejutan tanggal 7 Mei 2017 kemarin memang sangat spesial. Kakak AyoDI berbagi dongeng spesial untuk kawan yang spesial. 

Yayasan Elsafan adalah lembaga pelayanan anak tunanetra Indonesia. Selain SLB, disana juga disediakan tempat pelatihan, juga ada asrama yang ditujukan untuk mereka yang lokasi rumahnyanya terlalu jauh. Sekitar jam 08.00 pagi beberapa kakak - kaka AyoDI sudah berkumpul di teras Yayasan Elsafan. Ada yang sibuk membahas dongeng, ada yang membahas rundown, ada juga yang sedang saling menyapa. Temu kangen. Tak lama, salah satu pengurus Elsafan keluar dan menghampiri Kak Yanie, sebagai penanggung jawab Dongeng Kejutan membahas beberapa detil acara. Tiba - tiba musik terdengar arah dalam. Karena penasaran, kami segera mengintip ke dalam. Ternyata anak - anak sudah duduk manis rapi berjajar. Kak Yanie, dan Kak Putu pun langsung menyapa teman - teman di sana. Sambutan mereka sangat hangat sekali. Lagu "Bermain" dinyanyikan bersama dengan meriah. 


Seperti tidak kenal kata malu - malu, mereka segera mengikuti aba - aba untuk tepuk tangan, untuk menepuk teman di sebelahnya dengan sangat antusias dengan senyum yang merekah di wajahnya. Dilanjutkan lagu jingle "Ayo Dongeng", saat mendengar intro, mimik wajah mereka berubah, senyumnya mengembang, seolah - olah mereka sedang merancang imajinasi sendiri membuat dongeng dalam kepala... 

Di dongeng kejutan kali ini, bisa dibilang kita dari Ayo Dongeng Indonesia yang banyak mendapat kejutan dari teman - teman di Elsafan. Pagi itu, acara mulai ontime di jam 09.00. Acara diawali dengan perkenalan nama dan asal semua anak - anak yayasan, dipandu oleh salah satu pembimbing Elsafan.

"Selamat pagi semuanyaaaa...!!", teriak Jesse, salah satu anak yang namanya baru saja disebut oleh pembimbing. Suaranya sangat lantang, mambuat kakak - kakak AyoDi jadi ikut merasakan semangatnya.

Ternyata anak - anak ini berasal dari berbagai daerah, ada dari Medan, Semarang, Palu, Kupang, Papua, Jakarta, dan masih banyak lagi. Dengan latar belakang budaya yang beragam, mereka tampak sangat akrab satu sama lain, berbagi tawa dan berbagi canda.

Pembimbing pun minta anak - anak untuk bangkit berdiri, dan mereka menyambut kami dengan membawakan dua lagu, "Karena Cinta", dan satu lagi adalah "Jangan Menyerah" dari D'Masiv. Junjun, salah satu anak yang juga tuna netra, bertanggung jawab di musik. Dia yang mengiringi lagu - lagu tersebut dengan memainkan keyboard atau 'organ tunggal'. Melihat Junjun lihai menekan tuts tuts keyboard, dan mendengar anak - anak menyanyikan lagu dengan lirik kuat ini, seketika membuat beberapa dari kami terpana, ada yang menatap nanar, bahkan ada yang tak kuat membendung air matanya. Luar biasa sekali mereka.


Sesi dongeng pun dimulai. Sesi dongeng kelompok pertama ada Kak Rinta, Kak Nata, Kak Bie, dan Kak Nia. Junjun kembali beraksi, saat kak Nia mengajak bernyanyi bersama lagu Gita Gurita. Junjun sigap mengiringi dengan segera menyesuaikan nada. Suasanya jadi makin meriah, ketika kak Rinta menyebut beberapa makanan dalam dongengnya. Tiap satu makanan yang disebut, anak - anak ini segera berteriak.. "waaaaaaaaaaaaaaaaaaa....", "aduh laper..", dan celetukan usil lainnya.

"ada sop ayam.."

"waaaaaaa....."

"ada brownis panggang.."

"wuaaaaaa"

"tapi ternyata cuma mimpi..."

"yiaaaaaaaaaaaaaaa...", hahahhaa... semua seperti ikut merasa tertipu, seperti si tokoh dalam dongeng.




Sesi selanjutnya, ada Kak Hani, Kak Aya (yang tidak mau dipanggil 'bu' karena akan jadi Bu-aya), Kak Riska, dan Kak Irin. Disini kisah tentang sebuah kerajaan dan isinya yang berubah porak poranda ketika terkena gempa membuat anak - anak tergelitik.

"Ada, 'burupi', apa yah?"

"burung sapiiiiiiii.." kata anak - anak dengan cekikikan di sana sini.

"Ada 'kuciting'?"

"kucing kepitiing"

"ada 'ulapah'?".

 Sesaat anak - anak mengernyitkan dahinya, "ularr jerapaaaah". Semuanya sangat antusias, mendengarkan, dan aktif memberi respon dari dongeng yang diberikan.


Jam dinding di elsafan kembali berdentang, waktu menunjukkan pukul 11.00. Tak terasa, dua jam sudah berlalu. Banyak dongeng yang sudah dibagikan ke anak - anak, banyak tawa, dan banyak nyanyian sudah diberikan. Capek? oohh tentu tidak, energi anak - anak ini sangat luar biasa sekali. Mereka masi sangat antusias, ingin mendengar dongeng. Tidak sama sekali terdengar suara lemes, kelelahan kehabisan tenaga. Suara mereka masih sama lantangnya seperti saat pertama kali menyapa. Justru mereka yang membangkitkan kepercayaan diri kakak - kakak yang baru pertama memberanikan diri untuk mendongeng.

Sampailah kita di di sesi ke tiga, sesi terakhir, di Dongeng Kejutan kali ini. Di sesi ketiga ini yang akan membacakan dongeng ada Kak Desri, Kak Rima, dan Kak Didik. Di sini, anak - anak kegirangan mengikuti beberapa suara. Ada suara kodok, "quebek.. quebek", ada suara dengkur, ada suara serigala, juga ada suara monyet "uu aak.. uu aaak". Melan asal Makasar pun segera tertawa lepas ketika penjual peci, salah satu tokoh di dongeng Kak Didik berteriak "ee do do ee..", tawapun pecah, memenuhi ruangan.



Oh iya, tidak ketinggalan, Ka Yanie juga menutup Dongeng Kejutan dengan menceritakan kisah di Monciprut yang suka main. "yun ayun ayun yun ayun ayun ayun.. makan pisanggg", semua nya masih bersemangat untuk mengikuti nyanyian, dan bermain bersama si Monciprut.

Berbeda dengan Dongeng Kejutan sebelumnya, biasanya kan acara ditutup dengan foto bersama, kali ini luar biasa, yaa tetep foto bersama sih tapi sebelum makan siang, mereka masih saja memberikan kejutan. Melan menjadi bintangnya siang itu. Suaranya yang bening, menyanyikan lagu "Laskar Pelangi", membuat kakak-kakak melongo, terpana, terhibur sekali dengan penampilannya.

Wah terima kasih banyak yah, untuk kejutan yang bertubi - tubi dan transfer semangatnya. waktu yang kita habiskan di Elsafan, sangat berkesaaan sekali. Terima kasih banyakkkk.....


Testimoni dari Storyteller di Dongeng Kejutan Elsafan :

"pas dongeng bareng Rinta, Nia dan Nata, tanggapan anak-anak ke cerita aktif sekali, komentar-komentarnya, nyambung-nyambungnya, meskipun kita mungkin ngga sebagus itu dongengnya, tapi mereka bereaksi dan engage ke kita. Baik sekali ya mereka :)", ~ Kak Bie

"yang paling bikin aku bahagia banget saat dongeng sendiri tadi adalah, mereka dengan amat sangat cepat menangkap lagu baru yang dinyanyikan kami. Sekali aku kasih contoh mereka langsung meniru dengan sangat tepat, malah si Junjun yang siap sedia di kibor sepanjang acara langsung memainkan kibor utak-atik nada dan jreeeeng, aku nyanyi (dengan suara fals) sambil diiringi musik sama Junjun dan diikuti sama adik-adik Elsafan semua

Kategori Berita oleh Putu Saraswati pada 08 May 2017