image

Berita

Kategori

Dongeng di El Safan

oleh Kak Rinta

Setelah beberapa lama bergabung menjadi salah satu penjaga mimpi di Ayo Dongeng Indonesia (sebutan untuk relawan Ayo Dongeng Indonesia) akhirnya saya merasakan menjadi pendongeng.

Hari itu tanggal 25 Januari 2017 Ayo Dongeng Indonesia berkolaborasi dengan komunitas Buku Bercerita mengadakan dongeng kejutan di Yayasan Tunanetra Elsafan Jakarta Timur.

Akses menuju ke sana menggunakan transportasi umum sangat mudah dengan Commuterline arah Bekasi dan turun di Stasiun Klender. Dari Stasiun, bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Tidak sampai 20 menit, akhirnya saya tiba juga di lokasi.

Sampai di sana, saya dan teman-teman kagum melihat antusias anak-anak Yayasan yang benar-benar menikmati dongeng yang kami bawakan.

Kala itu saya dan 3 orang teman lainnya mendongeng read aloud buku si Kanchil. Sungguh di luar ekspektasi saya karena ternyata mereka ekspresif sekali. Mereka tertawa ketika saya menyuarakan langkah gajah yang berlari dan lainnya.

Dan saat selesai ada seorang anak bernama Mutiara. Di akhir cerita dia mengangkat tangan dan bicara tentang nilai moral cerita si Kanchil tadi. Sungguh saya terkesima karena mereka semua menyimak.

Setelah acara dongeng selesai, Mutiara membawakan beberapa lagi diiringi oleh keyboard. Suaranya seperti namanya, benar benar mutiara, baguuuuuuus sekali. Dan ternyata Mutiara akan berangkat ke London untuk kompetisi paduan suara.

Memang acara di sana tidak sampai satu hari penuh, tetapi banyak sekali pelajaran yang bisa saya ambil. Seperti bagaimana cara bercerita di hadapan anak-anak tuna netra.

Saya akhirnya percaya bahwa Tuhan memang selalu mempunyai rencana. Saat masyarakat pada umumnya melihat mereka hanya sosok anak-anak tuna netra, tetapi talenta dan kecerdasan mereka tidak kalah layaknya orang-orang normal.

Kategori Berita oleh Diah Kesuma pada 25 Jan 2017